Kalian bentar lagi mau ujian bahasa Jerman di Goethe Institut Jakarta?
Wah pasti udah ngga sabar nih ke Jakarta
Atau masih ada yang ganjel?
Mungkin diantara kalian ada yang ingin tahu pengalaman saya selama persiapan, pendaftaran dan ujian di Goethe Institut Jakarta
Mungkin pengalaman aku ini agak berbeda ya dari kebanyakan, karena aku ujian dan persiapan ujian dan di masa pandemi yang bikin was-was dan menjengkelkan. Alhasil masa persiapan ujianku di perpanjang oleh tempat kursusku karena memang Goethe Institut belum mengadakan ujian di masa PSBB atau PPKM.
Beberapa minggu kemudian muncul hari dimana aku dan teman-teman dapat bocoran dari guru bahasa jermanku bahwasanya Goethe-Institut Bandung akan mengadakan ujian, dan kami sangat antusias untuk ikut daftar ujian secara online yang ujiannya akan dilangsungkan bulan April. dan pada hari H pendaftaran kita semua sudah siap dengan HP ditangan, koneksi internet, dan persyaratan pendaftaran ujian kami yaitu Pas Foto dan hasil scan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Pada detik-detik setelah pendaftaran dibuka kami buru-buru mengisi formulir dengan cepat takut tidak kebagian kuota ujian, karena memang kuota yang disediakan oleh Goethe Institut Bandung sangat sedikit.
| Email dari Goethe Institut Bandung Sumber: Email pribadi penulis |
Akan tetapi nampaknya kami belum beruntung dan harus menunggu lagi, karena memang pada saat itu kami belum dapat kursi untuk ujian di Bandung. Selama kami menunggu pendaftaran ujian dibuka, masa persiapan ujian B1 kami diperpanjang oleh Tempat kursus bahasa Jermanku. Kami latihan semua modul yaitu membaca, menulis, mendengar, dan berbicara menggunakan berbagai macam buku, tapi seringnya hanya memakai buku yang diberi dari tempat kursusku yaitu Zertifikat B1 neu 15 Übungsprüfungen dari Hüber.
| Buku untuk latihan ujian B1 Sumber: eBay |
| Untuk latihan bagian membaca itu sebenarnya seperti kita mengisi soal pilihan ganda waktu di sekolah, harus teliti banget soalnya kadang ada pertanyaan atau soal yang kadang menjebak. untuk latihan menulis, kita diharuskan menulis satu surat yang minimal berisi 80 kata, satu pendapat kita mengenai suatu isu atau kasus yang minimal sama berisi 80 kata, dan juga satu surat formal pendek yang minimal berisi 40 kata. Lagi-lagi memang ketelitian sangatlah penting untuk bisa lulus di bagian menulis ini karena banyak hal yang kecil yang kadang tidak kita sadari tidak tertulis di surat dan teks pendapat kita, seperti penggunaan umlaut, titik dan koma. untuk latihan mendengarkan kita diharuskan mendengar banyak hal dari pengeras suara dan menerka kira-kira apa maksud dari pengumuman sesuatu di tempat umum dan pembicaraan seseorang atau lebih dan mencari informasi dari sana apa yang di lembar soal tanyakan. untuk latihan berbicara kita diwajibkan untuk membuat janji dan presentasi, tapi tidak asal-asalan, melainkan ada poin-poin tertentu yang harus dibicarakan saat kita berbicara. Ada beberapa tips dari guru bahasa jerman saya yang mungkin akan membantu kalian nanti pada saat ujian seperti, 1. di modul schreiben atau menulis untuk bagian 2 sebaiknya ditulis dengan format sama seperti kalian akan presentasi di modul sprechen, yaitu kalian bisa menulis pengalaman pribadi di paragraf pertama, selanjutnya di paragraf kedua bisa kalian tulis tentang situasi di tempat kalian, lalu menulis kelebihan dan kekurangan, dan di paragraf selanjutnya itu sebaiknya adalah kesimpulan dari apa yang kalian tulis. Dan untuk menyampaikan pendapat kalian, kalian bisa taruh di paragraf pertama atau terakhir. |
2. masih di modul schreiben, sebaiknya kalian menulis kata-kata jangan dengan bahasa A1, melainkan dengan bahasa B1 jika kalian sudah menguasai sepenuhnya kata tersebut, jika kalian belum menguasai kata tersebut maka tidak apa menggunakan kata-kata dengan bahasa A1 atau A2.
3. Pada modul Hören atau mendengarkan, sebelumnya kalian bisa menentukan keyword atau kata kunci pada soal dan bisa fokus pada kata kunci tersebut saat mendengarkan nanti.
4. Di modul Sprechen atau berbicara, jangan sampai terlihat ragu, jika dirasa ada kesalahan kecil seperti salah artikel, salah kasus, itu tidak usah dipikirkan dan terus lanjut berbicara. bisa saja si penguji atau Prüfer tidak sadar akan hal itu.
| Email dari Goethe Institut Jakarta Sumber: Dokumen pribadi penulis |
Lalu datang hari dimana saya dan teman-teman mendapatkan bocoran lagi bahwa Goethe Institut Jakarta akan mengadakan ujian B1, lantas kami mendaftar dengan cara sama seperti kami mendaftar di Goethe Institut Bandung. dan untungnya kami mendapatkan kursi untuk ujian lalu guru kami mengevaluasi kami dengan cara diwawancara 4 mata di satu kelas atau ruangan, saya pribadi ditanyakan beberapa hal seperti kesiapan ujian, kendala saat latihan, dll.
Referensi: pengalaman pribadi penulis
Komentar
Posting Komentar