Langsung ke konten utama

Pengalaman Ujian Bahasa Jerman B1 Goethe Institut Jakarta

Seperti yang sudah aku singgung di artikelku sebelumnya bahwa mungkin pengalaman aku ini agak berbeda dari kebanyakan karena aku ujian di masa pandemi

Post sebelumnyaPengalaman Mendaftar Ujian Bahasa Jerman B1

Hari sebelum ujian

Setelah aku dipastikan mendapat kursi ujian Bahasa Jerman B1 di Goethe Institut Jakarta, aku mulai mencari informasi tempat singgah sementara di Jakarta lewat internet dan sosial media disebabkan karena aku tinggal diluar kota Jakarta atau Jabodetabek. selama aku mencari  informasi, aku banyak ditawari sales hotel pintu merah dkk. setelah melalui banyak drama ini itu akhirnya aku dapat kamar kost yang cocok dan di tengah kota dan bisa aku sewa selama seminggu, yaitu kostnya ibu Dian yang aku sewa 250 ribu rupiah seminggu. jika kalian ingin menyewa kostnya beliau, berikut aku lampirkan harga dan spesifikasi kostnya dan nomor yang bisa dihubungi.

Informasi yang aku dapat dari Facebook
Sumber: Tangkapan layar pribadi penulis


Temanku juga sudah mendapatkan informasi tentang bis travel yang murah dan kami sepakat untuk menyewanya. pada awalnya semua terlihat meyakinkan sampai pada akhirnya bis travel kami tidak kunjung datang. ya bis travel kami telat 2 jam lebih yang semula dijanjikan akan berangkat pukul 2 siang pada akhirnya ngaret sampai setelah waktu ashar. setelah kami duduk di kursi bis, baru kami tahu bahwa bis yang kami tunggangi ini sebelumnya ngetem menunggu penumpang. sungguh pengalaman yang menjengkelkan dan harus memendamnya dalam-dalam karena saat itu sedang bulan ramadhan. kami buka puasa di perjalanan dengan makanan ringan yang kami beli. dan akhirnya kami tiba di malam hari dimana langit sudah gelap.


Informasi klinik dari teman Facebook
Sumber: Tangkapan layar pribadi penulis


3 hari sebelum ujian Goethe Institut mewajibkanku untuk tes covid antigen di klinik atau rumah sakit. Pada saat itu aku tidak tau harus ke mana karena memang minim sekali informasi yang aku punya tapi untungnya teman yang aku kenal di Facebook merekomendasikan klinik tempat dia tes covid antigen sebelumnya. Dan aku dan teman-teman langsung ke klinik tersebut. Sejujurnya aku agak ngeri juga pada saat di klinik karena takutnya ada aku atau salah satu diantara kami yang positif dan tentunya jika itu terjadi maka kami akan mulai dari awal lagi setelah sampai dititik ini.  Dan senangnya kami saat kami dinyatakan negatif covid lewat surat hasil tes antigen dari klinik yang akan kami bawa ke Goethe Institut pada hari H mendatang.

Pemandangan dari atas kost
Sumber: Foto pribadi penulis

Hari Ujian

Dan akhirnya hari yang aku nanti datang juga, setelah semuanya dirasa beres aku dan teman-teman langsung berangkat ke Goethe Institut dan kami tiba disana jam 7 kurang. ketika waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 pak satpamnya langsung membukakan gerbang agar kami semua dapat masuk ke dalam dengan protokol kesehatan yang ketat dan mengantri untuk cuci tangan terlebih dahulu. setelah itu kami berbaris menunggu giliran untuk dicocokkan datanya dengan cara mencocokkan wajah dengan foto di kartu identitas seperti ktp/paspor. seyelah itu kami melihat papan informasi untuk mencari tahu dimana kelas atau tempat kami mengerjakan ujian nanti, aku sendiri mendapat ruangan yang berbeda dengan teman-temanku dan begitu pula dengan mereka.

mula-mula kami diharuskan menunggu sebentar di taman dengan prokes yang sangat ketat, kami tidak diperkenankan melepas masker dan face shield kami dengan alasan apapun. setelah beberapa saat aku dan teman-temanku dipanggil untuk memasuki kelas yang berbeda dimana kami akan melaksanakan ujian. Udara sangat dingin di kelas sementara di luar begitu panas, tapi untungnya aku memakai sweater dan bagiku itu tidak masalah sama sekali. kami mengerjakan 3 modul dari pagi sampai siang hari dengan waktu jeda 15 menit kalau tidak salah. Dan setelah modul Schreiben usai kami diberikan waktu istirahat dan diberikan kebebasan juga untuk sholat Jumat diluar Goethe Institut.


Usai sholat Jumat di Masjid terdekat dari Goethe Institut yakni Masjid Cut Meutia, aku beranjak kembali ke Goethe Institut dan aku diharuskan menunggu lagi selama berjam-jam karena bergiliran dan aku mendapatkan waktu ujian di sore hari. Pada saat itu adalah saat-saat yang sangat membosankan karena HP aku di taruh di tas dan tasnya tidak diperkenankan untuk diambil apalagi dibawa, serta protokol kesehatan yang sangat ketat, pada saat itu bulan ramadhan, dan cuaca yang panas membuatku sering mencuci muka di toilet. Aku juga mencari Partner bicaraku atau Sprachpartner dan kami latihan singkat untuk ujian modul berbicara kami nanti di sore hari.


Awalnya aku dan Partnerku dipanggil untuk masuk keruangan bersama dengan peserta-peserta lainnya, di ruangan itu kami disediakan kertas yang akan digunakan untuk menulis bahan-bahan pembicaraan untuk ujian nanti dan tidak diperkenankan untuk berdiskusi pada saat menyiapkannya. Setelah itu kami keluar dan masuk keruangan yang berbeda dimana disana ada 4 meja dengan sekat dan terlihat ada dua penguji atau Prüfer yang siap untuk menguji keterampilan berbicara kami dalam bahasa jerman. Tak lupa juga kami mula-mula memperkenalkan diri setelah mereka duluan memperkenalkan diri mereka. Usai Ice breaking aku dan partnerku memulai untuk ujian modul sprechen bagian pertama, yaitu membuat janji.  lalu kami melanjutkan ke bagian kedua dan ketiga yaitu presentasi dan saling melempar pertanyaan dan argumen satu sama lain.

Di depan Goethe Institut
Sumber: Foto pribadi penulis


Selepas kami menyelesaikan ujian modul sprechen, aku dan partnerku sangat lega karena kami telah melaluinya. kami keluar dari Goethe Institut, disana ada temanku dan temannya menunggu kami. dan kami langsung pulang ke kost kami, tak lupa kami membeli makanan untuk berbuka puasa nanti.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Pendaftaran dan Persiapan Ujian B1

Kalian bentar lagi mau ujian bahasa Jerman di Goethe Institut Jakarta? Wah pasti udah ngga sabar nih ke Jakarta Atau masih ada yang ganjel? Mungkin diantara kalian ada yang ingin tahu pengalaman saya selama persiapan, pendaftaran dan ujian di Goethe Institut Jakarta Mungkin pengalaman aku ini agak berbeda ya dari kebanyakan, karena aku ujian dan persiapan ujian dan di masa pandemi yang bikin was-was dan menjengkelkan.  Alhasil masa persiapan ujianku di perpanjang oleh tempat kursusku karena memang Goethe Institut belum mengadakan ujian di masa PSBB atau PPKM. Beberapa minggu kemudian muncul hari dimana aku dan teman-teman dapat bocoran dari guru bahasa jermanku bahwasanya Goethe-Institut Bandung akan mengadakan ujian, dan kami sangat antusias untuk ikut daftar ujian secara online yang ujiannya akan  dilangsungkan bulan April. dan pada hari H pendaftaran kita semua sudah siap dengan HP ditangan, koneksi internet, dan persyaratan pendaftaran ujian kami yaitu Pas Foto dan hasil s...

Jerman: Melintasi Sejarah dan Keseimbangan Antara Tradisi dan Inovasi

  Jerman: Melintasi Sejarah dan Keseimbangan Antara Tradisi dan Inovasi Jerman, sebuah negara yang memainkan peran sentral di Eropa, menawarkan perpaduan yang unik antara sejarah yang kaya dan inovasi yang berkelanjutan. Dengan populasi lebih dari 83 juta orang, Jerman tidak hanya menjadi kekuatan ekonomi terbesar di Uni Eropa tetapi juga pusat kehidupan budaya dan politik yang signifikan. Sejarah Panjang dan Transformasi Politik Sejarah Jerman dipenuhi dengan periode-periode penting yang membentuk identitasnya saat ini. Dari Kekaisaran Romawi Suci hingga era Reformasi oleh Martin Luther pada abad ke-16, Jerman telah menjadi medan pertempuran utama dalam konflik-konflik seperti Perang Tiga Puluh Tahun dan Perang Dunia I dan II yang mengguncang Eropa. Setelah Perang Dunia II, negara terbagi menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur, sebuah pemisahan yang berlangsung hingga reunifikasi pada tahun 1990 setelah runtuhnya Tembok Berlin. Sistem Politik dan Pemerintahan Jerman adalah republik...